Penyebab Munculnya Sengketa

Penyebab Sengketa – Penyebab munculnya sengketa biasanya terjadi pada sebuah kondisi yang dimunculkan oleh 2 orang atau lebih dicirikan oleh beberapa tanda tentang adanya pertentangan – pertentangan secara terang – terangan seperti dijelaskan dari 2 jenis sengketa tersebut di bawah ini :

1. Karena Konflik Interest

‘Konflik interest’ muncul karena 2 orang sama – sama mempunyai keinginan yang sama terhadap sebuah objek yang dianggap memiliki nilai. Akan muncul konflik kepentingan apabila 2 pihak sedang memperebutkan sebuah objek.

2. Karena Adanya Klaim Kebenaran

Klaim kebenaran terjadi terhadap satu pihak dan akan menganggap pihak – pihak lainnya bersalah. Muncul konflik karena adanya klaim tentang kebenaran dihubungkan dengan terminologi tentang benar atau salah. Sedangkan argumen klaim ada berdasarkan atas terminologi tentang kebenaran yang tak berhubungan dengan kepentingan, norma – norma serta hukum. Pada tahapan penyelesaian, konflik kepentingan menjadi lebih kompromis dalam hal penyelesaian dibandingkan dengan konflik karena klaim kebenaran.

Menurut Rahmadi (2011 : 8), terdapat 6 teori yang menjelaskan tentang terjadinya sengketa dalam masyarakat yaitu sebagai berikut :

1. Teori Hubungan Masyarakat

Dalam teori ini menitikberatkan tentang adanya ketidakpercayaan dan ‘rivalisasi’ kelompok di dalam suatu masyarakat. Para pengikut teori ini akan membantu dengan memberikan solusi terhadap konflik – konflik yang akan muncul dengan cara melakukan peningkatan komunikasi disertai rasa saling pengertian diantara kelompok – kelompok yang sedang mengalami konflik, selanjutnya diharapkan akan muncul pengembangan toleransi sehingga masyarakat menjadi lebih dapat saling menerima keberagaman yang terjadi dalam masyarakat bersangkutan.

2. Teori Negosiasi Prinsip

Teori ini menjelaskan tentang konflik yang terjadi karena adanya perbedaan yang muncul diantara para pihak. Menurut penganjur teori ini berpendapat bahwa sebuah konflik yang muncul agar mudah untuk diselesaikan maka pelaku harus dapat memisahkan antara perasaan – perasaan pribadi dengan masalah – masalah disertai kemampuan dalam melakukan negosiasi berdasarkan kepada kepentingan.

3. Teori Identitas

Di dalam teori ini menerangkan tentang adanya konflik yang terjadi karena sekelompok orang merasa keberadaan mereka di dalam sebuah masyarakat terancam oleh pihak lainnya. Para penganut teori ini mengusulkan adanya penyelesaian konflik dengan melakukan fasilitas lokakarya dan dialog antara para wakil kelompok yang sedang mengalami konflik dengan tujuan untuk dapat mengidentifikasikan ancaman dan rasa khawatir yang membuat mereka semakin resah serta dapat membangun rasa empati dan rekonsiliasi. Tujuan akhir adalah mendapatkan kesepakatan bersama dengan mengakui adanya identitas pokok terhadap semua pihak.

4. Teori Tentang Kesalahpahaman Antar Budaya

Teori ini menjelaskan tentang adanya konflik yang terjadi karena ketidakcocokan di dalam melakukan komunikasi diantara orang – orang yang sedang mengalami konflik untuk tujuan melakukan pengenalan dan memahami bahwa konflik yang terjadi karena ketidakcocokan dalam melakukan komunikasi diantara orang – orang yang berasal dari latarbelakang budaya yang berbeda – beda. Maka dari itu dibutuhkan terjadinya dialog antara orang – orang yang sedang mengalami konflik untuk lebih memahami tentang budaya yang berlaku dalam masyarakat lainnya, mengurangi ‘stereotip’ yang sedang mereka hadapi terjadi terhadap pihak lainnya.

5. Teori Transformasi

Teori ini menjelaskan bahwa konflik bisa muncul karena adanya masalah ketidaksetaraan dan ketidakadilan disertai adanya kesenjangan yang bisa diwujudkan dalam beragam aspek kehidupan masyarakat baik itu dari sisi sosial, ekonomi, maupun politik. Menurut penganut teori ini menjelaskan bahwa penyelesaian konflik bisa dilakukan dengan cara melakukan beberapa upaya seperti adanya perubahan struktur dan kerangka kerja yang memicu kemunculan ketidaksetaraan, peningkatan hubungan, dan sikap – sikap mencerminkan jangka panjang untuk mewujudkan pemberdayaan, keadilan, rekonsiliasi serta pengakuan tentang keberadaan masing – masing.

6. Teori Kebutuhan Atau Kepentingan Manusia

Secara garis besar teori ini menjelaskan tentang adanya konflik yang kemungkinan terjadi karena adanya keperluan terhadap kepentingan manusia tak bisa terpenuhi karena merasa mendapatkan halangan oleh pihak lainnya. Keperluan dan kepentingan dari manusia bisa dibeda – bedakan menjadi 3 jenis yaitu ‘substantif’, ‘prosedural’, dan psikologis. Masing – masing erat kaitannya dengan keperluan hidup manusia yang berhubungan dengan kebendaan seperti uang, sandang – pangan, papan / rumah, dan kekayaan. Yang lainnya berhubungan dengan tata dalam sebuah pergaulan dalam masyarakat dan erat kaitannya dengan sifat – sifat non – material atau bukan kebendaan seperti terhadap penghargaan dan rasa empati.

Untuk penyelesaian sengketa menurut Pruitt dan Rubin (2004 : 4), dikenal ada 5 cara dalam melakukan penyelesaian sengketa antara lain : ‘contending’ / bertanding, ‘yielding’ / mengalah, problem ‘solving’ / pemecahan masalah, ‘with drawing’ / menarik diri dan yang terakhir adalah ‘in action’ / diam.

Demikian kami menjelaskan tentang penyebab sengketa, semoga memberikan banyak manfaat bagi para pembaca.

Updated: Februari 11, 2019 — 3:00 pm

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jasa Seo Murah dan Bergaransi © 2018